Next
Previous
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
0

Tips cara mengobati sakit gigi berlubang secara alami

Posted in
Cara mengobati sakit gigi - Jika kita menderita sakit gigi maka tentunya aktifitas yang biasa dilakukan akan terganggu mengingat nyeri sakit yang ditimbulkan akan membuat konsentrasi buyar. Sakit gigi karena adanya salah satu gigi yang berlubang tidak bisa dianggap enteng dan harus segera diambil langkah yang tepat dengan mengonsumsi obat penghilang nyeri dan segera berkonsultasi ke dokter gigi untuk mengambil langkah yang tepat untuk penindakan lebih lanjut.

Jika anda tidak ingin mengonsumsi obat antibiotik untuk meredakan nyeri sakit gigi, anda juga bisa memakai berbagai bahan alami yang umumnya ditemukan sebagai bumbu dapur yang layak dicoba karena sudah terbukti mampu menghilangkan sakit gigi untuk sementara. Berikut ini ulasannya :


Cara Mengobati Sakit Gigi

1. Air Putih
Air putih juga dapat membantu mengobati gigi yang sakit dengan cara perbanyak minum air putih yang rajin setiap harinya, sehingga bakteri yang ada di mulut akan hilang perlahan dan akan menghilangkan rasa nyeri.

2. Cengkeh
Ambil cengkeh sebanyak 10 butir yang kemudian disangrai dan ditumbuk hingga menjadi bubuk. Tempelkan pada gigi yang berlubang dengan ditutupi kapas.

3. Kumur Air Garam
Air garam dapat membantu sobat mengurangi rasa sakit yang sobat rasakan. Garam dapat membunuh bakteri yang ada. Caranya dengan ambil satu sendok makan garam dan kemudian campurkan dengan air hangat. Kumur hingga kurang lebih 30 detik.

4. Biji Alpukat
Biji alpukat ternyata dapat menjadi salah satu obat untuk menyembuhkan sakit gigi. Caranya adalah dengan mengambil satu buah biji alpukat dan kemudian ditumbuk hingga halus. Setelah itu tempelkan pada gigi yang berlubang.

5. Belimbing Wuluh
Caranya ambil belimbing wuluh sebanyak lima buah, kemudian cuci hingga bersih dan makan dengan menggunakan garam tepat digigi yang berlubang.


Langkah diatas adalah cara-cara yang mungkin dapat membantu anda untuk mengatasi rasa sakit pada gigi. Anda juga dapat menggosok gigi secara rutin setiap hari untuk mencegah terjadinya rasa sakit dikemudian hari. Nah itu dia 5 cara untuk mengobati gigi nyeri dan jangan lupa untuk membaca postingan kami sebelumnya mengenai berbagai tips kesehatan lainnya. Semoga cara diatas dapat membantu menghilangkan rasa sakit pada gigi.
0

Tips cara menurunkan kolesterol tinggi secara efektif

Posted in
Cara menurunkan kolesterol - Kolesterol tinggi bukanlah sebuah penyakit melainkan keadaan tubuh yang tidak dalam kondisi ideal yang bisa mengakibatkan berbagai penyakit terutama yang berhubungan dengan masalah jantung.

Sekarang sudah banyak obat penurun kolesterol yang bisa kita konsumsi selain itu untuk mempertahankan kondisi kolesterol dalam darah tetap pada ambang batas normal maka perlu gaya hidup sehat yang harus dibiasakan untuk dilakukan secara rutin.


Berikut ini kiat kiat untuk menurunkan kolesterol dalam tubuh anda yang dapat diaplikasikan dengan mudah.

Cara menurunkan kolesterol

Check up rutin
Ini adalah salah satu cara untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Cek up rutin dapat memberi Anda gambaran tentang berapa rata-rata kadar kolesterol dalam tubuh Anda.

Makan makanan rendah kalori
Ada beberapa makanan yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah, misalnya, beras merah, ikan sarden, pistachio, gandum, apel dan lain-lain.

Minum teh hijau
Ini adalah salah satu cara alami untuk mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Teh hijau dapat menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh dan menyeimbangkan kadar kolesterol yang tinggi.

Kedelai
Sertakan produk kedelai dalam menu harian Anda. Kedelai dikenal dapat mengurangi kolesterol dalam tubuh dan mengontrol tekanan darah tinggi.

Menurunkan berat badan
Salah satu cara untuk menurunkan kolesterol adalah dengan menurunkan berat badan. Obesitas adalah salah satu alasan di balik tingginya kadar kolesterol dalam tubuh. Berat badan berlebih dapat meningkatkan tekanan darah, kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik dalam tubuh.

Berhenti merokok
Jika Anda menderita tekanan darah atau memiliki kadar trigliserida yang tinggi, berhenti merokok adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi kolesterol dalam darah. Merokok dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung.

Olahraga
Olahraga setiap hari dapat mengurangi kolesterol jahat, trigliserida dan tekanan darah. Ini juga menjadi salah satu cara terbaik untuk menjaga jantung tetap sehat dan menurunkan berat badan.

Hindari makanan olahan
Makanan tinggi lemak trans umumnya ditemukan dalam makanan olahan. Lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Makan jeruk
Buah jeruk mengandung pektin yang dapat menyerap kolesterol dalam perut dan mengeluarkan racun dari tubuh.
0

Makalah Kesehatan Dan Gizi Anak

Posted in , ,
Makalah Kesehatan Dan Gizi Anak. Betapa Pentingnya Kesehatan bagi keluarga kita apalagi bagi buah hati kita yang kita cintai, Untuk Itu kita pelu memperhatikan Kesehatan dan Gizi dari Anak kita. untuk Itu kami mencoba share Makalah Kesehatan Dan Gizi Anak. Sehingga kita bisa belajar dan lebih memperhatikan buah hati yang kita cintai. 

Makalah Kesehatan Dan Gizi Anak.
Sehat adalah sehat badan, rohani /mental, dan sosial, bukan hanya sebatas dari penyakit-penyakit, cacat, dan kelemahan. Kesehatan rohani atau jiwa adalah kondisi yang memungkinkan perkembagan fisik, intelektual, dan emosional yang optimal dari seseorang.Sedangkan kesehatan jasmani yaitu kondisi yang memungkinkan pertumbuhan serta perkembangan badan. Sehat itu bisa diartikan sebagai sehat jiwa dan raga.

Makalah Kesehatan Dan Gizi Anak. Untuk lebih jelasnya apa saja yang di bahas dalam makalah ini, anda bisa mendownload secara gratis dan sudah dalam bentuk file .doc Silahkan : DOWNLOAD.
 Semoga banyak memberikan Manfaat . Sekian dan sampai jumpa pada artikel Selanjutnya.
0

Makalah Bahaya Narkoba .doc

Posted in , ,
Makalah Bahaya Narkoba. Pada Kesempatan kali ini saya akan mencoba share makalah mengenai bahaya dari NARKOBA, entah itu di kalangan pelajar maupun umun, karena beberapa tahun terakir ini para pemuda kita banyak yang mengkonsumsi narkoba sehingga dengan demikian akan membodohkan generasi bangsa ke depab. Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya. 

Makalah Bahaya Narkoba
Terminologi narkoba familiar digunakan oleh aparat penegak hukum; seperti polisi (termasuk didalamnya Badan Narkotika Nasional), jaksa, hakim dan petugas Pemasyarakatan. Selain narkoba, sebutan lain yang menunjuk pada ketiga zat tersebut adalah Napza yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Istilah napza biasanya lebih banyak dipakai oleh para praktisi kesehatan dan rehabilitasi. Akan tetapi pada intinya pemaknaan dari kedua istilah tersebut tetap merujuk pada tiga jenis zat yang sama.

Makalah Bahaya Narkoba
Untuk Lebih jelasnya silahkan download Full Makalanya : Download
Semoga bermanfaat dan memberikan pada kita semua, dan kita tidak terjerumus dalam bahaya Narkoba.

0

Beberapa Penyakit Akibat Stres

Posted in , ,
Beberapa Penyakit Akibat Stres. Ya sering kali di sekitar kita banyak orang yang mengalami berbagai penyakit, dan beberapa penyakit tersebut timbul karena orang tersebut di landa Stres. Jadi Untuk sebisa mungkin kita menghndari Stres ini dengan selalu melakukan relaksasi. Dan dari situ menghindarkan kita dari beberapa penyakit akibat Stres. Stress adalah ketegangan mental yang melebihi kondisi biasanya. Dalam kadar yang wajar, stress bermanfaat untuk membuat kita lebih awas dan konsentrasi. Namun, stress yang terus-menerus dapat berbahaya. Banyak penyakit yang timbul karena stress, seperti penyakit maag, reaksi alergi, sakit kepala.

Beberapa Penyakit Akibat Stres:
  • Kulit gatal, Orang yang stress dua kali lebih berisiko mengalami gatal-gatal di kulit dan terkena dermatitis, eksim atau psoriasis yang lebih parah.
  • Alergi yang parah, Hormon stres memicu produksi IgE, protein yang menyebabkan reaksi alergi.
  • Sakit perut,Kecemasan dan stress dapat menyebabkan nyeri lambung, sakit kepala dan punggung serta dapat menyebabkan insomnia. Kenaikan hormon stress dapat memicu penyakit maag.
  • Mimpi aneh, Mimpi biasanya adalah hal positif karena Anda akan merasa lebih baik setelah bangun. Namun, ketika Anda stress Anda sering terbangun dari tidur sehingga prosesnya terputus-putus. Mimpi buruk atau menyeramkan bisa terjadi di sela-selanya. Anda dapat mengurangi risiko ini dengan kebiasaan tidur yang baik dan tidak minum kopi menjelang tidur.
  • Gusi berdarah, Orang yang stress lebih berisiko mengalami gusi berdarah. Pelepasan banyak hormon stress yang disebut cortisol melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga bakteri mudah menyerang gusi. Jagalah kebersihan gigi dengan tetap menggosok gigi secara teratur dan benar, bahkan ketika Anda sedang stress.
  • Jerawat, Stress membuat ketidakseimbangan hormon yang memicu timbulnya jerawat. Anda perlu menjaga kebersihan kulit untuk mencegah infeksi sekunder sehingga jerawat tidak meradang.
  • Keranjingan makan manis, Stress dapat membuat orang menjadi suka makan yang manis-manis. Hati-hati bila Anda memiliki penyakit diabetes.
  • Sakit kepala akhir pekan, Penurunan tingkat stress secara tiba-tiba dapat menyebabkan migren. Karena itu, disarankan agar pola tidur, pola makan Anda tidak banyak berubah di akhir pekan.
  • Kram menstruasi, Wanita yang mengalami stress dua kali lebih mungkin terkena kram menstruasi yang menyakitkan. Berolah raga ringan dan berekreasi dapat mengurangi serangannya.
  • Ngilu rahang, Rasa sakit ini dapat terjadi bila Anda tanpa sadar mengadu rahang-rahang Anda saat tertidur. Menggunakan pelindung gigi saat tidur dapat mengatasi masalah ini.
Berikut Infromasi Mengenai beberapa penyakit akibat stres, semoga bermanfaat. 
0

Makalah Penyakit Jantung Gratis Download

Posted in , ,
Makalah penyakit Jantung. Penyakit  jantung  dan  stroke  merupakan  sosok  penyakit  yang  sangat  menakutkan. Bahkan  sekarang  ini  di  Indonesia  penyakit  jantung  menempati  urutan  pertama  sebagai  penyebab kematian. Penyakit jantung dan stroke sering dianggap sebagai penyakit monopoli orang tua. Dulu  memang penyakit-penyakit tersebut diderita oleh orang tua terutama yang berusia 60 tahun ke  atas, karena usia juga merupakan salah satu faktor risiko terkena penyakit jantung dan stroke. 

Makalah penyakit Jantung

Namun sekarang ini ada kecenderungan juga diderita oleh pasien di bawah usia 40 tahun. Hal ini bisa  terjadi  karena  adanya  perubahan  gaya  hidup,  terutama  pada  orang  muda  perkotaan  modern. Ketika era  globalisasi  menyebabkan  informasi  semakin  mudah  diperoleh,  negara  berkembang  dapat  segera meniru  kebiasaan  negara  barat  yang  dianggap  cermin  pola  hidup  modern.  Sejumlah  perilaku  seperti  mengkonsumsi  makanan  siap  saji  (fast  food)  yang  mengandung  kadar  lemak  jenuh  tinggi,  kebiasaan  merokok,  minuman  beralkohol,  kerja  berlebihan,  kurang  berolah  raga,  dan  stress,  telah  menjadi  gaya  hidup  manusia  terutama  di  perkotaan.  Padahal  kesemua  perilaku  tersebut  dapat  merupakan  faktor-faktor  penyebab penyakit jantung dan stroke.

Lebih lengkapnya silahkan di download : DOWNLOAD
0

Kumpulan Informasi Tentang Gejala-gejala Penyakit

Posted in , ,
Kumpulan Informasi Tentang Gejala-gejala Penyakit. Banyak sekali hal hal tentang kesehatan kita yang pelu kita ketaui , sehingga memberikan dampak lebih bagi kesehatan kita. Blog Kumpulan Jurnal Kesehatan Terlengkap, mencoba memberikan informasi mengenai berbagai macam gejela-gejala penyakit yang ada. Dan dari sini di harapkan Saudara lebih bisa mengetahui lebih dini penyakit yang di derita oleh seorang di sekitar kita, dan mampu memberikan solusi kesehatan lebih awal.

Kumpulan Informasi Tentang Gejala-gejala Penyakit.
Setelah mengetahui berbagai macam gejala ini di harapkan pula bisa menjalani cara hidup yang sehat sehingga terhindar dari berbagai macam penyakit, dan apabila sudah terkena gejala tersebut kiranya bisa mengantisipasi , akan pentingnya kesehatan bagi diri seseorang.

Kumpulan Informasi Tentang Gejala-gejala Penyakit.
Demikian ulasan sedikit tentang blog Kumpulan Jurnal Kesehatan Terlengkap ini, sehingga apa saja informasi yang ada dalam blog ini bisa bermanfaat yang lebih bagi sebagian banyak orang yang adadi sekitar kita. 

0

Pengobatan Penyakit TBC (Tuberculosis)

Posted in , , , ,
Pengobatan Penyakit TBC (Tuberculosis): Jika pada sesempatan sebelumnya di bahas Pengertian Penyakit TBC, Gejala Penyakit TBC, Penyebab Penyakit TBC. Maka di sempatan kali ini di sampaikan Informasi Bagaimana Pengobatan Penyakit TBC. Untuk mendiagnosis TBC, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama di daerah paru/dada, lalu dapat meminta pemeriksaan tambahan berupa foto rontgen dada, tes laboratorium untuk dahak dan darah, juga tes tuberkulin (mantoux/PPD). Pengobatan TBC adalah pengobatan jangka panjang, biasanya selama 6-9 bulan dengan paling sedikit 3 macam obat. Kondisi ini diperlukan ketekunan dan kedisiplinan dari pasien untuk meminum obat dan kontrol ke dokter agar dapat sembuh total. Apalagi biasanya setelah 2-3 pekan meminum obat, gejala-gejala TBC akan hilang sehingga pasien menjadi malas meminum obat dan kontrol ke dokter.

Apabila pengobatan TBC tidak tuntas, maka ini dapat menjadi berbahaya karena sering kali obat-obatan yang biasa digunakan untuk TBC tidak mempan pada kuman TBC (resisten). Akibatnya, harus diobati dengan obat-obat lain yang lebih mahal dan "keras". Hal ini harus dihindari dengan pengobatan TBC sampai tuntas.

Pengobatan jangka panjang untuk TBC dengan banyak obat tentunya akan menimbulkan dampak efek samping bagi pasien. Efek samping yang biasanya terjadi pada pengobatan TBC adalah nyeri perut, penglihatan/pendengaran terganggu, kencing seperti air kopi, demam tinggi, muntah, gatal-gatal dan kemerahan kulit, rasa panas di kaki/tangan, lemas, sampai mata/kulit kuning. Itu sebabnya penting untuk selalu menyampaikan efek samping yang timbul pada dokter setiap kali kontrol sehingga dokter dapat menyesuaikan dosis, mengganti obat dengan yang lain, atau melakukan pemeriksaan laboratorium jika diperlukan.

Pengobatan untuk penyakit-penyakit lain selama pengobatan TBC pun sebaiknya harus diatur dokter untuk mencegah efek samping yang lebih serius/berbahaya. Penyakit TBC dapat dicegah dengan cara:
  1. Mengurangi kontak dengan penderita penyakit TBC aktif.
  2. Menjaga standar hidup yang baik, dengan makanan bergizi, lingkungan yang sehat, dan berolahraga.
  3. Pemberian vaksin BCG (untuk mencegah kasus TBC yang lebih berat). Vaksin ini secara rutin diberikan pada semua balita.
  4. Perlu diingat bahwa mereka yang sudah pernah terkena TBC dan diobati, dapat kembali terkena penyakit yang sama jika tidak mencegahnya dan menjaga kesehatan tubuhnya.
0

Penyebab Infeksi Penyakit TBC (Tuberculosis)

Posted in , , , ,
Penyebab Infeksi Penyakit TBC (Tuberculosis) : Jika dalam penyampaian informasi sebelumnya di bahas Gejala Penyakit TBC (Tuberculosis). Maka pada kesempatan kali ini akan di bahas Penyebab Infeksi Penyakit TBC (Tuberculosis). Penyakit ini diakibatkan infeksi kuman mikobakterium tuberkulosis yang dapat menyerang paru, ataupun organ-organ tubuh lainnya seperti kelenjar getah bening, usus, ginjal, kandungan, tulang, sampai otak. TBC dapat mengakibatkan kematian dan merupakan salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan kematian tertinggi di negeri ini.

TBC sangat mudah menular, yaitu lewat cairan di saluran napas yang keluar ke udara lewat batuk/bersin dan dihirup oleh orang-orang di sekitarnya. Tidak semua orang yang menghirup udara yang mengandung kuman TBC akan sakit.

Untuk orang-orang yang memiliki tubuh yang sehat karena daya tahan tubuh yang tinggi dan gizi yang baik, penyakit ini tidak akan muncul dan kuman TBC akan "tertidur". Namun,pada mereka yang mengalami kekurangan gizi, daya tahan tubuh menurun/ buruk, atau terus-menerus menghirup udara yang mengandung kuman TBC akibat lingkungan yang buruk, akan lebih mudah terinfeksi TBC (Tuberculosis) menjadi 'TBC aktif') atau dapat juga mengakibatkan kuman TBC yang "tertidur" di dalam tubuh dapat aktif kembali (reaktivasi).

Infeksi TBC (Tuberculosis) yang paling sering, yaitu pada paru, sering kali muncul tanpa gejala apa pun yang khas, misalnya hanya batuk-batuk ringan sehingga sering diabaikan dan tidak diobati. Padahal, penderita TBC paru dapat dengan mudah menularkan kuman TBC ke orang lain dan kuman TBC terus merusak jaringan paru sampai menimbulkan gejala-gejala yang khas saat penyakitnya telah cukup parah.
0

Gejala Penyakit TBC (Tuberkulosis)

Posted in , , ,
Gejala Penyakit TBC (Tuberkulosis): Jika Sebelumnya sudah di kenalkan Tentang Penyakit Penyakit TBC (Tuberkulosis). Untuk Tulisan Kali ini akan mengulas Tentang Gejala Penyakit TBC (Tuberkulosis) . Penderita yang terserang basil tersebut biasanya akan mengalami demam tapi tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul. Gejala lain, penurunan nafsu makan dan berat badan, batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah), perasaan tidak enak (malaise), dan lemah. Agar bisa mengantisipasi penyakit ini sejak dini, berikut gejala-gejala penyakit tuberculosis yang perlu Anda ketahui.

Gejala utama Penyakit TBC (Tuberkulosis)
Batuk terus-menerus dan berdahak selama tiga pekan atau lebih.

Gejala tambahan Penyakit TBC (Tuberkulosis) yang sering dijumpai 
  1. Dahak bercampur darah/batuk darah
  2. Sesak nafas dan rasa nyeri pada dada
  3. Demam/meriang lebih dari sebulan
  4. Berkeringat pada malam hari tanpa penyebab yang jelas
  5. Badan lemah dan lesu
  6. Nafsu makan menurun dan terjadi penurunan berat badan

(Paling mudah untuk mengetahui seseorang terkena tuberkulosis jika dia berkeringat pada malam hari tanpa penyebab yang jelas. Walaupun tidak bisa langsung ditetapkan tuberkulosis karena harus didiagnosis, tapi itu salah satu pertanda. Jika Anda lemas, batuk tak berhenti, nyeri pada dada, dan keringat pada malam hari, langsung segera periksa,) tambah dr Arifin Nawas Sp(P), salah seorang tenaga ahli klinis tuberkulosis di RSUP Persahabatan di tempat sama. Untuk memastikan seseorang terkena TB atau tidak, tim medis melakukan diagnosis dengan mengadakan pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung (BTA) dan gambaran radio logis (foto rontgen).

0

Mengenal Penyakit TBC (Tuberculosis)

Posted in , , ,
Mengenal Penyakit TBC (Tuberculosis): Informasi ini sangat penting di ketahui karena sering kali terjadi di sekitar kita, dengan kita mengetahuinya maka kita dapat menanggulanginya sejak dini. Tuberkulosis (TBC atau TB) adalah penyakit infeksi pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru (90%) dibandingkan bagian lain tubuh manusia.

Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia. Hingga saat ini, belum ada satu negara pun yang bebas TBC. Angka kematian dan kesakitan akibat kuman mycobacterium tuberculosis ini pun tinggi. Tingkat prevalensi penderita TBC di Indonesia diperkirakan sebesar 289 per 100 ribu penduduk dan insidensi sebesar 189 per 100 ribu penduduk. Bahkan 27 dari 1.000 penduduk terancam meninggal seperti yang dilaporkan Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang dihimpun sepanjang 2011 mengenai tuberkulosis (TBC) di Indonesia.

Angka penjaringan penderita baru tuberkulosis (TBC) meningkat 8,46 persen dari 744 penderita TBC di 2010 menjadi 807 per 100.000 penduduk di 2011. Namun, kabar baiknya angka kesembuhan pada 2011 mencapai target sebesar 83,7 persen dan angka keberhasilan pengobatan pada 2011 mencapai target sebesar 90,3 persen.

Artikel Selanjutnya akan Di Bahas Juga Mengenai : 
  • Gejala Penyakit TBC
  • Penyebab Infeksi TBC
  • Pengobatan Penyakit TBC
Demikian Informasi ini dan semoga bisa Bermafaat.
0

Gejala Serangan Jantung

Posted in , ,
Jika pada kesempatan sebelumnya di sampaikan informasi 10 Gejala Penyakit Jatung, Maka kesempatan kali ini akan kami sampaikan Gejala Serangan Jantung. Dimana jika mengetahui tanda tanda berikut di sekitar kita kita bisa menolong lebih dini. Setelah kita mengenali seperti apa gejala penyakit jantung, yang berarti ada kerusakan fungsi jantung, kali ini kami akan memberikan informasi mengenai gejala serangan jantung yang harus diwaspadai.

Gejala jantung pun dapat dilihat dari gangguan fungsi seksual serius dan kebotakan rambut. Kolesterol dan lemak berlebih dalam tubuh dikaitkan sebagai faktor pemicu gangguan jantung. Untuk itu, kita perlu mengetahui dan mewaspadai gejala serangan jantung yang muncul tiba-tiba:
  1. Tiba-tiba sakit di bagian dada dibelakang tulang dada atau seperti sesak dada.
  2. Nyeri dada bisa berulang beberapa menit (20 menit atau lebih).
  3. Rasa nyeri bisa berupa tekanan di bagian dada, dan leher seolah tercekik hingga menyebabkan keluar keringat dingin.
  4. Tiba-tiba pingsan, namun bisa kembali sadar. Ini terjadi karena ada gangguan irama jantung.

Ketika di sekitar kita ada yang mengalami gejala-gejala seperti di atas, segera bawa penderita ke Rumah Sakit terdekat. Karena Kalau didiamkan akan berakibat fatal.
0

10 Gejala Penyakit Jantung Yang Harus Di Ketahui

Posted in , ,
Gejala Penyakit Jantung, atau tanda tanda penyakit jantung. pada kesempatan kali ini akan di ulas informasi tentang tanda tanda dari penyakit jatung sesuai dengan judul dari artikel ini. Benar sekali bahwasanya penyakit jatung ini telah banyak memakan korban, jadi untuk meminimalisirnya kita harus mengetahui gejala penyakit jatung ini. Penyakit jantung masih merupakan pembunuh No 1 di Indonesia bahkan di dunia. Mengapa hal itu bisa terjadi? Penyebabnya adalah banyak para penderita sakit jantung yang mengabaikan gejela-gejala penyakit jantung. Hal ini bisa dimaklumi mengingat tidak banyak orang yang tahu seperti apa ciri-ciri dan gejala serangan jantung. Namun tentu saja hal seperti tidak boleh dibiarkan. 

Berikut ini gejala-gejala penyakit jantung yang sering diabaikan:

1. Sering Kelelahan
Jika Anda kerap merasa lelah meski tidak melakukan aktivitas berat, segera konsultasikan ke dokter pribadi. Ini bisa menjadi indikasi adanya masalah pada jantung. Rasa lelah ini juga sering dirasakan saat bangun tidur. 

2. Sering Berkeringat
Umumnya seseorang berkeringat usai berolahraga atau saat cuaca panas. Namun jika Anda mudah berkeringat, meski tidak melakukan apapun, kemungkinan jantung Anda bermasalah. 

3. Mual Berlebihan
Gejala gangguan jantung diawali dengan pembengkakan di bagian perut. Hal ini menyebabkan penderita kehilangan nafsu makan dan merasakan mual berlebih. 

4. Merasa Cemas dan Tegang
Banyak yang meyakini, serangan jantung berbuntut pada trauma. Alhasil, mereka yang pernah mengalami serangan jantung lebih sering mengalami ketegangan, ketakutan, atau kecemasan akan kematian. Hal ini dikaitkan dengan kecemasan psikologi dan stres yang menyebabkan serangan lebih sering.

5. Nyeri pada bagian tubuh

Rasa nyeri menjadi pertanda kuat penyakit jantung. Pada pria, rasa nyeri dirasakan di bagian lengan kiri, sementara wanita mengalami rasa sakit di kedua lengan. Rasa sakit datang dan pergi ini juga dirasakan di bagian bahu, punggung siku, dan leher. Nyeri di beberapa titik bagian tubuh ini disebabkan karena terjadi penyumbatan arteri.

6. Nyeri di dada
Ini merupakan gejala umum masalah jantung. Wanita akan lebih mungkin merasakan nyeri di bagian dada karena penyumbatan arteri yang menyebabkan aliran darah ke seluruh tubuh tidak lancar. Kondisi ini juga dapat menyebabkan mati rasa dan kelemahan tubuh.

7. Sakit kepala
Mereka yang memiliki masalah pada jantung, akan merasakan sakit kepala saat terkena paparan cahaya. Ini berpengaruh pada denyut jantung, entah itu berdenyut lebih lambat atau lebih cepat. 

Terutama pada wanita yang sering mengalami migren atau gangguan visual, setidaknya dua kali dalam sebulan, perlu waspada. Bisa jadi ini merupakan gejala perkembangan penyakit jantung. Demikian menurut studi yang diterbitkan American Academy of Neurology. Menurut peneliti, ini terjadi karena penyimpangan sirkulasi darah yang menyebabkan sakit kepala parah.

8. Denyut jantung tak teratur
Jika Anda mengalami denyut jantung tak teratur, ini patut diwaspadai karena dapat berakibat fatal. Denyut jantung tak teratur umumnya terjadi karena adanya penebalan otot pada katup jantung. Hal ini menyebabkan terjadi penyempitan pada katup sehingga menyebabkan kebocoran.

9. Sesak napas
Sesak napas disebabkan karena penebalan pembuluh darah yang menghambat pasokan darah ke seluruh tubuh. Ini juga berakibat pada denyut jantung yang tidak teratur, kelainan organ hati atau infeksi, penebalan otot jantung, serta kelainan pada katup jantung.

10. Pembengkakan Kaki dan Perut
Pembengkakan terjadi ketika cairan menumpuk di dalam tubuh. Umumnya terjadi pada bagian pergelangan kaki dan perut. Gejala ini merupakan tanda bahwa jantung sedang mengalami kecacatan serta adanya kelainan pada katup jantung.
0

10 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Jatung

Posted in , , ,
10 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Jatung. Banyak sekali jenis penyakit yang di sebabkan oleh jantung kita , sehingga perlu adanya sebuah tip untuk menjaga organ fital tersebut , sehingga bisa bekerja dengan baik.  Dari Tulisan Jennifer Mieres, M.D. seorang pakar jantung dari American Heart Association (AHA), yang menyatakan bahwasanya Kesehatan Jantung akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana kita melatih dan meningkatkan denyut jantung kita. Artikel saya kali ini akan merangkum 10 Tips untuk menjaga kesehatan jantung.

Latihan 10 Tips untuk menjaga kesehatan jantung bisa anda lakukan di mana saja, entah itu di rumah, di tempat kerja atau sambil bermain dengan keluarga anda.

  1. Melakukan latihan aerobic ringan minimal 30-60 menit setiap hari. Latihan ini bukan berarti anda musti ke gym, cukup dengan naik/turun tangga, berjalan cepat, atau apa saja yang bisa meningkatkan denyut jantung.
  2. Kegiatan seperti jogging, berenang, dan bisa juga ditambah dengan yoga, juga sangat bermanfaat.
  3. Jangan manjakan diri anda. Kegiatan rutin sehari-hari pun bisa dijadikan ajang latihan jantung, misalnya parkirlah kendaraan di posisi yang cukup jauh dari kantor anda (tentu saja cari lokasi yang aman ya...), memilih naik tangga dibanding lift atau escalator, jalan kaki menuju lokasi makan siang dan bukannya naik kendaraan. Anda juga bisa melakukan kegiatan rutin di rumah seperti menyapu, pel dan jalan-jalan keliling kompleks rumah anda. Semakin anda memilih aktifitas ringan tetapi rutin ini, jantung anda akan terlatih dan sehat.
  4. Jika anda memiliki waktu dan tentu saja ada duit yang bisa disisihkan, silakan ikuti kelas di gym dan minimal ikuti kegiatannya secara rutin 3 kali seminggu.
  5. Sebagai pelengkap untuk latihan pada point 1 di atas, anda bisa tingkatkan intensitas latihan dengan menambahkan latihan beban. Latihan ini tidak terkait langsung dengan jantung anda, tetapi bisa bermanfaat untuk menjaga otot dan tulang, terutama bagi mereka yang berada di usia 40 tahunan ke atas.
  6. Jauhi rokok, yang telah terbukti berpengaruh buruk kepada jantung dan sistem peredaran darah di tubuh anda. Rokok bisa menyebabkan stroke dan tekanan darah tinggi. Tak masalah sebanyak apa anda telah merokok selama ini, jika anda berhenti resiko di atas langsung bisa diturunkan sampai 50%. Ingat...!!! merokok di usia 35 tahun ke atas terutama pada wanita sangat beresiko. Jika anda perokok berat, baca 10 tips cara berhenti merokok di artikel saya sebelumnya.
  7. Jauhi makanan yang mengandung lemak, kolesterol dan garam. Lemak jenuh dan trans fat adalah musuh kesehatan kita. Jika anda membaca produk bertuliskan "partially hydrogenated", itu artinya makanan itu mengandung trans fat. Jauhi produk itu. Makanan seperti daging, gorengan, margarine, sebagian besar jenis roti, cracker, makanan ringan kemasan, semuanya mengandung lemak jahat ini. Sangat disarankan untuk mengkonsumsi buah dan sayuran minimal 5-10 kali dalam sehari. Hal ini tidak hanya mencegah penyakit jantung tetapi juga mengurangi resiko penyakit kanker. Juga konsumsi makanan yang mengandung asam lemak Omega 3. Silakan baca artikel 10 Jenis Buah untuk Kesehatan Jantung.
  8. Ketahui berapa berat ideal anda, dan usahakan untuk mencapainya. Kegemukan selain berbahaya untuk jantung juga beresiko terkena diabetes. Lingkar pinggang anda juga bisa menjadi patokan untuk mengetahui kegemukan ini. Bila lingkar pinggang lebih dari 100 cm atau kira-kira 40 inch bagi pria dan  90 cm atau 35 inch bagi wanita, bisa dipastikan anda sudah over-weight alias kegemukan.
  9. Jauhi stress dan depresi, dan jaga intensitas tidur anda. Kita sudah dengar kebutuhan tidur adalah 8 jam sehari, tetapi yang belum banyak diperhatikan adalah mengenai keteraturannya. Tidur teratur berarti, selalu tidur dan bangun di jam-jam yang sama. Jangan tergoda bergadang di ujung minggu, dan juga jangan tidur karena mata sudah mengantuk, sementara jam tidur anda belum tercapai.
  10. Kesemuanya menjadi sempurna bila anda selalu melakukan check-up rutin. Periksakan tekanan darah, tingkat kolesterol dan tingkat gula darah. Ketiga tes ini akan menginformasikan kepada anda seberapa tinggi resiko anda terkena penyakit jantung sedini mungkin.
0

Judul KTI Dan Skripsi Ilmu Kesehatan

Posted in , , ,
Dan Apabila Pada Kesempatan Sebelumnya Di Posting Contoh Judul KTI dan Skripsi Ilmu Kesehatan Terbaru Untuk Kali Ini adalah Lanjutan dari Postingan Yang sebelumnya. Di Judul KTI Dan Skripsi Ilmu Kesehatan, Di Harapkan bisa membantu saudara saudara dalam mencari referensi Untuk Tugas dan pembuatan penelitian maupun makalah yang sedang di laksanakan. 

Dan Berikut adalah Judul KTI Dan Skripsi Ilmu Kesehatan :
  1. KTI Asuhan Keperawatan Ny. ”S” Dengan Pneumoni Lobans Dextra Di Irna I Penyakit Dalam Ruang D1 Rsup Dr. Sardjito (2001)
  2. KTI Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. “M” Dengan Hipertensi I Wilayah Kerja Puskesma Gamping Ii Yogyakarta (2001)
  3. KTI Asuhan Keperawatan Keluarga Bp. “L” Dengan Anggota Keluarga Menderita Asma Di Wilayah Kerja Puskesmas Gamping Ii (2001)
  4. KTI Asuhan Keperawatan Pada Bp. “S” Dengan Urolitiasis Pasca Ureterolitektomi Kiri Dan Nefrostomi Kanan Di Bangsal Bedah A2 Irna Rsup Dr. Sardjito (2002)  
  5. KTI Asuhan Keperawatan Klien Bp. ”S” Dengan Decompensasi Cordis Di Ruang A1 Irna Rsup Dr. Sardjito (2000)  
  6. KTI Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. S Dengan Salah Satu Anggota Keluarga Menderita Decompensasi Cordis Di Wilayah Kerja Puskesmas Gamping Ii Sleman (2001)   
  7. KTI Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. S Dengan Dm Di Wilayah Kerja Puskesmas Gamping II Sleman (2002)
  8. Karakterisasi Dan Ekspresi Gen Penyandi Esa (Excretory And Scretory Antigens) Rekombine Toxo Plasma Gondii Isaat Lokal (2006)
  9. Hub. Antara Kadar Hb Selama Kehamilan Dan Paritas Dengan Berat Bayi Lahir Di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta Th. 2005 (2006)
  10. Hub. Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Pencegahan Terhadap Kanker Leher Rahim Pada Siswa Kelas I Jurusan Kecantikan Smkn 4 Yogyakarta Th. 2007 (2007)
  11. Korelasi Kolesterol – Hdl Dengan Indeks Massa Tubuh Pada Penderita Penyakit Jantung Koroner Di Rsup Dr. M. Djamil Padang (2006)
  12. Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Pijat Bayi Di Desa Bedoyo Ponjong Gunung Kidul Th. 2006 (2006)
  13. Pengaruh Pemberian Ekstrak Ikan Lele Dan Putih Telur Terhadap Kadar Serum Albumin Pada Pasien Hipialbuminemia Di Rs. Sardjito (2005)
  14. Hub. Tingkat Pengetahuan Reproduksi Dengan Perilaku Seks Pra Nikah Remaja Penghuni Kos-Kosan Di Kel. Semaki Gede Kec. Umbulharjo Yogyakarta (2007)
  15. Efek Pemberian Ekstrak Etanol Buah Adas (Foeniculum Vulgare Mill) Secara Topikal Terhadap Kepadatan Angiogenesis & Leuklosit Polimonuklear Pada Proses Penyembuhan Luka Gingivalabial) Tikus Sparague Dawley In Vivo (2007)
  16. EfeKTIvitas Pelayanan Gizi Pada Posyandu Dan Persepsi Ibu Tentang Manfaat Gizi Yang Diikuti Perilaku Ibu Dalam AKTIvitas Pemberian Makanan Bergizi Terhadap Pertumbuhan Anak Balita Di Kel. Muja Muju Kec. Umbulharjo Dan Kel. Baciro Kec. Gondokusumo Kodia Yogyakarta Prop Diy (1993)
  17. Program Usaha Perbaikan Gizi Keluarga Dalam Meningkatkan Kesehatan Anak Balita Di Desa Pleret Kab. Bantul Yogyakarta (2000) 
  18. Intensifikasi Perbaikan Gizi Keluarga Melalui KeaKTIfan Dalam Organisasi Pkk (Studi Di Dusun Trengguno Desa Sidorejo Kec. Ponjong Kab. Gunung Kidul) (1995)   
  19. Pengaruh Pelaksanaan Program Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (Upgk) Dan Tingkat Sosial Ekonomi Terhadap Perilaku Masyarakat Dalam Hidup Sehat (1997) 
  20. Kegiatan Posyandu Dalam Meningkatkan Kesehatan Anak Balita (Suatu Penelitian Di Desa Giri Peni Kec. Wtes Kab. Kulon Progo Yogyakarta) (1998)
  21. Partisipasi Ibu Dalam Kegiatan Posyandu Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu Dan Balita (1996)
  22. Pengaruh Tingkat Pendidikan Ibu Terhadap Pelaksanaan Imunisasi Di Desa Gadungan Kec. Wedi Kab. Klaten Jateng (1998) 
  23. Analisis Kepuasan Pasien Rawat Inap Ruang Mardi Swasta Terhadap Kualitas Jasa Pelayanan Rs St. Elisabeth Semarang (Studi Kasus Pada Rs. Panti BaKTIningsih Di Klepu) (2003)
  24. Analisis Sikap Pasien Rawat Inap Terhadap Pelayanan Rumah Sakit (Studi Kasus Pada Rumah Sakit Panti BaKTIningsih Di Klepu) (2003)
  25. Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Rs. Bethesda Yogyakarta (2004)
  26. Analisis Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Medis Di Rsud Kab. Dati II Bantul (1998)
  27. Analisis Kepuasan Pasien Rawat Inap Terhadap Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit (Studi Kasus Pada Rsu Bethesda Lempuyangan Yogyakarta) (2003)
  28. Analisis Kepuasan Rawat Inap Terhadap Pelayanan Rumah Sakit (Studi Kasus Rs Santo Yusuf Boro Yogyakarta) (2005)
  29. Analisis Pengaruh Persepsi Karyawan Mengenai Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Studi Kasus Pada Rs. Panti Rapih Yogyakarta) (2004)
  30. Analisis Pengaruh Lingkungan Fisik Dan Lingkungan Sosial Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Studi Kasus Pada Rs. Santa Elisabeth, Ganjuran) (2005)
  31. Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada Rsu Pku Muhammadiyah Bantul Yogyakarta (2004)
  32. Analisis Hub. Fasilitas Dan Pelayanan Rumah Sakit Terhadap Kepuasan Pasien (Studi Kasus Pada Rs. Panti Rapih Yogyakarta) (2006)
  33. Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Di Rsi Klaten (2006)
  34. Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada Rsu Pku Muhammadiyah Yogyakarta (2004)
  35. Pengaruh Stres Kerja Berdasarkan Faktor Lingkungan Faktor Organisasional, Dan Faktor Individu Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada Rsu Pku Muhammadiyah Yogyakarta (2005)
  36. Pengaruh Kompensasi, Kesejahteraan Karyawan, Dan Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada Rsi Klaten (2005)
  37. Pengaruh Gaji, Jaminan Sosial Dan Kesejahteraan Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada Rsi Hidayatullah Yogyakarta (2005)
  38. Pengaruh Stressor Pekerjaan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Di Lingkungan Rsu Pku Muhammadiyah Yogyakarta (2005)
  39. Pengaruh Kepemimpinan, Disiplin Dan Motivasi Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada Rsu Pku Muhammadiyah Yogyakarta (2005)
  40. Pengaruh Kemampuan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Rsu R.A Kartini Jepara (2005)
  41. Pengaruh Pelaksanaan Program Keselamatan, Kesehatan Dan Kesejahteraan Kerja Karyawan Terhadap Prestasi Kerja Di Rsu Pku Muhammadiyah Yogyakarta (2005)
  42. Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada Rsu Pku Muhammadiyah Bantul Yogyakarta (2004)
  43. Analisa Pengaruh Organisasi Dan Kemampuan Kerja Karyawan Terhadap Kinerja Individu Di Rsup Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten (2005)
  44. Analisis Sikap Staf Struktural Terhadap Standar Kerja Dan Kepatuhan Pada Standar Kerja Di Rumah Sakit Umum (2003)
  45. Analisis Hub. Gaji Dan Upah Dengan ProduKTIvitas Karyawan (Studi Kasus Pada Rs. Panti Rapih) (2003)
  46. Analisis Sikap Pasien Rawat Inap Terhadap Pelayanan Rumah Sakit (Studi Kasus Pada Rs. Panti BaKTIningsih) (2003)
  47. Analisis Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Medis Di Rsup Kab Dati II Bantul (1998)
  48. Analisis Kepuasan Pasien Rawat Inap Terhadap Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit (Studi Kasus Pada Rsu Bethesda Lempuyangan Yogyakarta) (2003)
  49. Peranan Modal Usaha Dalam Menghasilkan Tingkat Profitabilitas (Shu) Pada Kpri ”Bina Sejahtera” Rsjp Prfo. Dr. Soerojo Magelang Periode 2000-2004 (2005)
  50. Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Upah Terhadap Karyawan Di Rsi Hidayatullah Yogyakarta (2006)
  51. Analisis Pengaruh Balas Jasa, Lingkungan Kerja, Kesejahteraan Karyawan Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Motivasi Kerja Karyawan (Studi Kasus Pada Rs Bethesda Yogyakarta) (2004)
  52. Peranan Tingkat Pendidikan Dan Pendapatan Orang Tua Dalam Meningkatkan Kesehatan Keluarga (Suatu Penelitian Pada Masyarakat Desa Watu Sigar Kec. Ngawen Keb. Gunung Kidul Prop. Diy) (1997)

0

Contoh Judul KTI dan Skripsi Ilmu Kesehatan Terbaru

Posted in , , ,
Dalam kesempatan yang menarik kali ini kami mencoba menshare Contoh Judul KTI dan Skripsi Ilmu Kesehatan Terbaru. yang Mudah mudahan bisa bermanfaat dan menjadi bahan referensi dalam pencarian Judul di bidang KTI mmaupun persiapan Skripsi saudara saudara semuanya. Dan berikut adalah beberapa Contoh Judul KTI dan Skripsi Ilmu Kesehatan Terbaru.


  1. Efisiensi Dan EfeKTIvitas Pemberian Zat Besi Dalam Mengatasi Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas ---- Tahun ----
  2. Tingkat Pengetahuan Sikap Dan Praktek Penjamah Makanan Tentang Upaya Hygiene Makanan Pada Jasa Boga Yang Pengusahanya Telah Mendapat Penyuluhan Di Daerah ----- tahun -----
  3. Tugas Penanggung Jawab Apotek Sebagai Pengelola Apotek Rumah Sakit -----
  4. Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Penurunan AKTIvitas Fisik Dasar Dan Instrumen Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Usia Lanjut Di RSU ----- tahun ------
  5. Faktor-Faktor Yang Berkorelasi Terhadap Kepuasan Karyawan Di Dinkes Kabupaten ---- tahun ----------
  6. Analisis Faktor-Faktor Kualitas Pelayanan Kesehatan Dan Pengaruhnya Terhadap Kepuasan Pasien Di Bangsal Rawat Inap Puskesmas Tanjung Balai Karimun Prop. Riau (2005)
  7. Hubungan Antara Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien (Studi Kasus Di Rawat Inap Rsud Banjarnegara) (2004)
  8. Karakter Demografi Dan Kepuasan Pasien Rawat Inap Bangsal Anak Rsud Padang Sidimpuan Prop. Sumut (2005)
  9. Peranan Perwat Di Pos Pelayanan Terpadu Di Wilayah Puskesmas Wirobrajan Yogyakarta (1987)
  10. Hubungan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap Dengan Kualitas Pelayanan Kesehatan Di RSUD Sungai Dareh Kab. Sawah Lunto Sijunjung (2003)
  11. Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Siswa Kelas V dan VI SD Catur Tunggal IV Kec. Depok, SD Ambarukmo Kec. Depok Dan SD Nolobangsan Kec. Gowok Sleman Yogyakarta (2005)
  12. Sistem Rekam Medik Rawat Inap Dan Rawat Jalan Di RSUD Sleman
  13. Hubungan Strata Posyandu Dengan Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Mranti Kab. Purworejo Jateng (2005)
  14. Prevlensi Dan Faktor-Faktor Resiko Terjadinya Kep. Di Rw Iv Kel. Wirogunan Kec. Mergangsan Yogyakarta – 2000
  15. Tinjauan Kasus Persalinan Pervaginam Pada Wanita Dengan Riwayat Seksio Caesarea Di RSUP Dr. Sardjito Th. 1999-2001 – 2003
  16. Pengaruh Lama Perendaman Dalam Minuman Beralkhohol Ringan Terhadap Kekuatan Transversal Resim Akrilik Konversional Dengan Polimerisasi Gel. Mikro – 1992
  17. KTI Asuhan Keperawatan Pada Pasien An-Ek Dengan Gangguan Nutrisi Malnutrisi Energi Protein Di Ruang B2 Irna Ii Rsup Dr. Sardjito Yogyakarta – 1996
  18. KTI Asuhan Keperawatan Kepada Pasien Sdr. W Dengan Combustio Grade Ii-Iii 30% Tiga Bulan Combustio, Post Stsg Di Bangsal B2 Instalasi Rawat Inap I Rsup Dr. Sardjito Yogyakarta – 2000
  19. KTI Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Tingkat Perkembangan Bahasa Pada Anak Pra Sekolah Di Tk Aba Ketangaungan Yogyakarta – 2004
  20. KTI Asuhan Keperawatan Pada Pasien Sdr. T Dengan Osteomyelitis Di Irna I Ruang E2 Rsup Dr. Sardjito Yogyakarta - 1997
  21. KTI Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Keluarga Tn. H Dengan Salah Satu Anggotanya Menderita Kusta Basah Di Desa Jomboran Klaten Tengah, Klaten – 199
  22. KTI Asuhan Keperawatan Pada Pasien Ny. R Dengan Abortus Imminens Di Ruang Cds Irna I Rsup Dr. Sardjito – 1997
  23. KTI Asuhan Keperawatan Pada Pasien Ny. T Dengan Gangguan Sistem Pencernaan Carsinoma Recti Post Solostomi Di Irna I Ruang Penyakit Bedah B1 Rsup Dr. Sardjito Yogyakarta-2000
  24. KTI Asuhan Keperawatan Pada Pasien Bp. S Dengan Kanker Paru Di Bangsal Theresia Rs. Panti Rapih Yogyakarta- 1997
  25. KTI Asuhan Keperawatan Pada Bayi Dengan Berat Badan Lahir Rendah Di Irna Ruang Bayi Rsu Wates Yogyakarta – 1996
  26. KTI Analisis Penggunaan Diagnosa Keperawatan Nan Noc & Nic Pada Pasien Post Appendiktomi Di Rsup Dr. Saoeradji Tirtonegoro Klaten – 2004
  27. KTI Asuhan Keperawatan Pada Pasien Nn. Fw Dengan Pre 7 Post Operasi Fibroadenoma Mamma Di Ruang Bedah B2 Rsup Dr. Sardjito Yogyakarta – 1997
  28. KTI Asuhan Keperawatan Pada Pasien Ny. B Dengan Gangguan Sistem Penglihatan Post Operasi Glauskoma Akut Di Ruang A3 Rsup Dr. Sardjito Yogyakarta – 2000
  29. KTI Asuhan Keperawatan Pada Pasien An. K Dengan Bronkhitis Akut Di Bangsal Anak (Dahlia) Rsud Sleman Yogyakarta- 2002
  30. KTI Asuhan Keperawatan Pada Bayi Ny. D Dengan Berat Badan Lahir Rendah Dismaturitas Di Ruang Bayi Irna Ii Rsup Dr. Sardjito Yogyakarta- 1997
  31. Asuhan Keperawatan Pada Anak Kr. Dengan Gangguan Sistem Pernafasan Broncho Pneumonia Di Ruang B2 Irna Ii Rsup Dr. Sardjito Yogyakarta (1995)
  32. TA Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketidaklengkapan Pengisian Lembar Pengkajian Keperawatan Pasien Rawat Inap Di Rs Mata ”Dr. Yap” Yogyakarta Thn 2005 (2005)
  33. KTI Gambaran Klinik Demam Berdarah Dengue Pada Anak Di Rsup Dr. Sardjito Untuk Periode 1 Januari 2004 – 31 Desember 2004 (2006)
  34. Tingkat Kepuasan Pasien Immobilisasi Tentang Pelaksanaan Personal Hygiene Oleh Perawat Di Rsu Kota Yogyakarta - 2005
  35. Studi Perilaku Bidan Dalam Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak Pada Puskesmas Di Kec. Palu Timur Kotamadya Palu U Jadulako Palu- 2000
  36. Perbedaan Status Kebersihan Mulut dan Kesehatan Giginya Pada Siswa Sd & Smp Di Kec. Tepus Kab. Gunung Kidul (2001)
  37. Hub. Antara Kepuasan Pasien & Minat Pasien Untuk Menggunakan Ulang Jasa Pelayanan Kesehatan Di Poliklinik Gigi & Mulut Rs. Dr. Sardjito – 2003
  38. Pengaruh Penipisan Bahan Bonding Dengan Semprotan Udara Terhadap Kekuatan Geser Pelekatan Antara Resin Komposit & Semenlonomer Kaca
  39. KTI Faktor Resiko Pada Penderita Stroke (Studi Kasus Rs Pku Muhammadiyah Yogyakarta) Periode 1 Januari 2003-31 Desember 2003- 2004
  40. Pengaruh Kesehatan Gigi Dan Mulut Terhadap Halitosis (2006)
  41. Peranan Bakteri Plak Terhadap Terjadinya Gingivitas Marginalis – 2006
  42. Pernanan Saliva Dalam Mencegah Karies – 2006
  43. Penanganan Penggunaan Air Raksa Amalgam Pada Praktek Kedokteran Gigi – 2006
  44. KTI Hub. Antara Kejadian Sindrome Guillain – Barre Dan Bell’s Palsy Di Rsup Dr. Sardjito Th. 2004 (2006)
  45. KTI Daya Larvisida Ekstrak Bijiannona Squamosa (Srikaya) Terhadap Culex Qoinqefasaarus Di Laboratorium (1997)
  46. KTI Perbandingan Mpn Colifom Sumu Gali Yang Berjarak Dekat Dan Jauh Dari Sungai Di Desa Lowanu Kel. Brontokusuman, Kec. Mergangsan (2003)
  47. KTI Uji Daya Bunuh Ekstrak Kaem Pferria Galanga L Terhadap Larva Culex Quinguefascitus Di Laboratorium (1996)
  48. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Semester Viii Program Studi Ilmu Keperawatan Untuk Melanjut Ke Program Ners Di Stikes Wirahusada Th. 2006 (2006)
  49. Evaluasi Program Pemeliharaan Alat Medis Pada Instalasi Bedah Rsud Wates Kab. Kulon Progo (2006)
  50. KTI Studi Kasus Asuhan Keperawatan Pada Bp. “Ws” Dan Bp. “W” Dengan Gangguan Sistem Perkemihan=Gagal Ginjal Kronik Di Ruang Perawatan Caivrus Rs Panti Rapih Yogyakarta (2000)
  51. Pengaruh Pemberian Pengetahuan Terhadap Lama Partus Pada Ibu Primipara Di Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta (2006)
  52. Laporan Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Bp. “S” Dengan Lansia Sehat Di Padukuhan Kemiri Kel. Purwobinangun Wilayah Kerja Puskesmas Pakem (2004)
  53. Laporan Asuhan Keperawatan Keluarga Ny. “S” Dengan Salah Satu Anggota Keluarga Hipertensi Di Dusun Turgo Relokasi Kel. Purwobinangun Wilayah Kerja Puskesmas Pakem (2004)
  54. KTI Asuhan Keperawatan Pada Bp. “M” Dengan Diabetes Melitus Di Ruang Irna Rsup Dr. Sardjito (2002)
  55. Proposal Hub. Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Nutrisi Dengan Anemia Di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta Th. 2003 (2003)
  56. Proposal KTI Hub. Penggunaan Ava Dalam Proses Pembelajaran Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Akademi Kebidanan Budi Kemuliaan Jakarta (2000)
  57. Proposal KTI Hub. Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Asi Eksklusif Dengan Motivasi Untuk Memberikan Asi Ekslusif Di Rw Ii Serangan Kel. Notoprajan Th. 2004 (2004)
  58. Proposal KTI Tingkat Pengetahuan Ibu Dan Motivasi Pemberian Asi Eksklusif Di Rw Ii Serangan Notoprajan Ngampilan Yogyakarta Th. 2006 (2006)
  59. Pengaruh Ketergantungan Obat Terhadap Status Kesehatan Gigi Dan Mulut (1993)
  60. Asuhan Keperawatan Pada Pasien Tn. ”G” Dengan Post Operassi Hernia Dan Hemi Para Di Ruang Cendana I Irna Rs Dr. Sardjito Yogyakarta (2003)
  61. Motivasi Pasangan Usia Subur Terhadap Cara Kb Vaksetomi Di Kec. Gamping Sleman (2006)
  62. Mengatasi Gizi Buruk Di Prop. Ntt Berdasarkan Kajian Data Sekunder (2006)
  63. Hub. Status Gizi Ibu Menyusui Dengan Status Gizi Baduta (Bawah Dua Tahun) Di Puskesmas Sitopeng Kec. HarjamKTI Cirebon Jabar (2007)
  64. Pengaruh Faktor Lokal Terhadap Terjadinya Molkulasi Pada Anak (2006)
  65. Pengaruh Teknik Menyikat Gigi Terhadap Kesehatan Jaringan Gingiva (2006)
  66. Pengaruh Pemberian Minyak Kelapa Mursi.Virgin Coconut Oil (Vco), Minyak Zaitun (Culive Oil), Minyak Kedelai (Palm Oil) Terhadap Berat Mencit Bercobaan (2006)
  67. Evaluasi Penggunaan Anti Glaukoma Pada Pasien Geribtri Di Irna Julan Rs Mata Dr. Yap Yogyakarta Periode Juli-Desember 2005 (2006)
  68. Evaluasi Penggunaan Obat Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Rna Dalam Di Hospital Kuala Lumpur Periode April-Juni 2005 (2006)
  69. Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Era Otonomi Daerah (Studi Kasus Tentang Pengaruh Spm Bidang Kesehatan Terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Depok II Kab. Sleman) (2006)
  70. Gambaran Harga Diri Pada Pasien Dengan Pemasangan Kolostomi Permanen Pasca Hospitalisasi Di Rs. Sardjito (2005)
  71. Gambaran Perilaku Cuci Tangan Perawat Selama Pelaksanaan Tindakan Keperawatan Di Ruang C1 Bangsal Penyakit Dalam Rs. Dr. Sardjito (2005)
  72. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Frekuensi Kejadian Phemonia Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kebumen III (2007)
  73. Hub. Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Stimulasi Dengan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 3-5 Th Di Tk/Playgroup Nur ’Aini Yogyakarta Th. 2007 (2007)
  74. Pengaruh Pemberian Pengetahuan Tentang Proses Persalinan Terhadap Lama Persalinan Di Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta (2007)
  75.  Hub. Antara Karakteristik Perawat Dengan Motivasi Kerja Perawat Di Irna Ii Rs. Panti Rapih Oktober 2001 (2001)

0

Cara Alami Mengobati Bisul

Posted in , ,
Cara Alami Mengobati Bisul. Pada Kesempatan kali ini kami akan membrikan informasi yang mudah mudahan bisa memberikan solusi dalam masalah anda. Yaitu Judul dari artikel ini adalah Cara Penyembuhan atau pengobatan penyakit Bisul.

Penyebab bisul adalah bakteri dan biasanya ditunjang oleh kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung protein secara berlebihan, darah kotor, pori-pori yang tertutup dan sebagainya.Tempat yang paling sering ditumbuhi bisul biasanya adalah bagian muka. Bahkan jika munculnya bisul ada di muka bisa-bisa tidak hanya rasa sakit, tetapi juga rasa malu dan kurang percaya diri yang kita dapatkan. Untuk itu ada baiknya anda segera mengobati bisul tersebut. Untuk itu silahkan anda baca beberapa cara mengobati bisul berikut ini.

Cara Mengobati Bisul Secara Alami

Mengobati Bisul Menggunakan Bawang Putih
Selain dapat mengobati sakit gigi, kita juga bisa memanfaatkan bawang putih untuk mengobati bisul.
Caranya:
  1. Siapkan Beberapa siung bawang putih.
  2. Parutlah hingga halus, atau bisa juga ditumbuk hingga lumat.
  3. Tempelkan atau oleskan pada bagian tubuh yang terkena bisul, tapi jangan sampai menutupi mata bisul.
  4. Efek dari pengobatan ini agak sedikit panas, tapi dengan begitu akan memperlancar peredaran darah di sekitar bisul sehingga membuat bisul cepat naik dan pecah alias cepat matang.
  5. Lakukan cara ini beberapa kali sehari hingga bisul anda pecah dengan sendirinya.


Mengobati Bisul Menggunakan Daun Sirih
Selain dapat mengusir nyamuk, daun sirih juga sangat bermanfaat untuk mengobati bisul, tapi hanya untuk bisul yang mulai pecah.
  1. Petiklah beberapa lembar daun sirih.
  2. Cucilah hingga bersih.
  3. Rebus hingga mendidih.
  4. Dinginkan air rebusan hingga menjadi hangat, kemudikan seka kan ke bisul yang sudah mulai pecah.
  5. Anti biotik yang terkandung pada daun sirih akan membasmi bakteri yang ada pada nanah dari bisul.

0

Cara Mengobati Keputihan Pada Wanita

Posted in , ,
Dari sebuah penelitan oleh pakarnya bahwasanya 99.9 peratus wanita menghidap penyakit keputihan akibat jangkitan kulit kandida yang terdapat pada dubur dan juga faraj wanita. Jangkitan boleh disebabkan oleh sikap tidak perihatin atau cermat wanita di dalam soal kebersihan anggota dalam mereka.

Keputihan sering terjadi pada kaum perempuan. Keputihan adalah keluarnya cairan bening dari vagina yang berwarna bening atau putih susu. Pada kondisi normal keputihan akan terjadi menjelang menstruasi, pada saat ovulasi, masa kehamilan dan akibat rangsangan seksual. Tetapi jika keputihan tersebut keluar secara berlebihan dan menimbullkan rasa gatal dan bau yang tidak sedap, berarti keputihan tersebut disebabkan oleh infeksi mikroorganisme, seperti jamur candida albicans, bakteri neisseria gonorrhea, parasot trichomonas vaginalis. Tetapi keputihan dapat juga disebabkan karena gangguan keseimbangan hormon, kelelahan, stress, peradangan alat kelamin atau bisa jadi gejala adanya penyakit dalam organ kandungan. Cara mengatasi keputihan (fluor albus) bisa dilakukan dengan cara alami.

Cara mengatasi keputihan (flou albus) bisa dilakukan dengan cara dibawah ini :
  1. Rebuslah daun sirih dan gunakan untuk mencuci vagina dalam kondisi air hangat.
  2. Buat minuman tradisional dengan campuran, kulit delima kering, sambiloto kering, kunyit, kemudian rebus.
  3. Usahakan vagina selalu dalam kondisi kering
  4. Setelah buang air kecil dan dicuci dengan air bersih kemudian lap dengan tisu atau kain yang steril.
  5. Gunakan celana dalam yang kering.
  6. Gunakan celana dalam yang berbahan menyerap keringat
  7. Jangan memakai pakaian luar yang terlalu ketat atau tebal
  8. Jangan memakai sabun pencuci vagina buatan pabrik tanpa persetjuan dokter
  9. Bersihkan organ intim dengan pembersih yang tidak mengganggu kestabilan pH disekitar vagina
  10. Jangan terlalu sering menggunakan panty liner
  11. Pilih panty liner yang tidak mengandung parfum
  12. Jangan memakai bedak pada organ kewanitaan
  13. Ketika menstruasi seringlah berganti pembalut.


Mencegah dan mengatasi keputihan (flour albus) bisa dilakukan dengan cara :
  1. Terapkan pola hidup sehat
  2. Olahraga rutin
  3. Hindari narkoba
  4. Hindari stress
  5. Setia pada pasangan
  6. Selalu menjaga kebersihan daerah pribadi.
  7. Gunakan celana yang berbahan menyerap keringat
  8. Hindari memakai celana yang selalu ketat
  9. Seringlah menggati pembalut atau panty liner.
  10. Membasuh vagina dari arah depan ke belakang
  11. Jangan berlebihan menggunakan cairan pembersih vagina.
  12. Hindari penggunaan pewangi pada vagina
  13. Jangan meminjam perelengkapan pribadi orang lain.


Cara mengatasi keputihan (flour albus) adalah dengan memanfaatkan  daun papaya yang dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut ini :

  1. Ambil sehelai daun papaya lalu cuci bersih dan iris halus
  2. Tambahkan 50 gram akar alang-alang yang bersih dan pulasari.
  3. Rebus semua bahan-bahan tersebut dengan 1, 5 liter air sampai mendidih kemudian saring.


Tag: keputihan, rawat keputihan, merawat keputihan, rawatan keputihan, penyebab keputihan, keputihan wanita, menghilangkan keputihan, obat keputihan, hamil keputihan, mengatasi keputihan, keputihan pada wanita, mengobati keputihan, keputihan saat hamil
Akibat jangkitan bakteria

0

Upaya pencegahan dan ukuran frekuensi penyakit

Posted in , ,
UPAYA PENCEGAHAN DAN UKURAN FREKUENSI PENYAKIT.Dalam kesehatan masyarakat ada 5 (lima) tingkat pencegahan penyakit menurut Leavell and Clark. Pada point 1 dan 2 dilakukan pada masa sebelum sakit dan point 3,4,5 dilakukan pada masa sakit.

1. Peningkatan kesehatan (health promotion)
  • Penyediaan makanan sehat dan cukup (kualitas maupun kuantitas)
  • Perbaikan hygiene dan sanitasi lingkungan, misalnya penyediaan air bersih, pembuangan sampah, pembuangan tinja dan limbah.
  • Pendidikan kesehatan kepada masyarakat. Misal untuk kalangan menengah ke atas di negara berkembang terhadap resiko jantung koroner.
  • Olahraga secara teratur sesuai kemampuan individu.
  • Kesempatan memperoleh hiburan demi perkembangan mental dan sosial.
  • Nasihat perkawinan dan pendidikan seks yang bertanggung jawab.

2. Perlindungan umum dan khusus terhadap penyakit-penyakit tertentu (general and specific protection)
  • Memberikan immunisasi pada golongan yang rentan untuk mencegah penyakit.
  • Isolasi terhadap penderita penyakit menular, misal yang terkena flu burung.
  • Pencegahan terjadinya kecelakaan baik di tempat umum maupun tempat kerja.
  • Perlindungan terhadap bahan-bahan yang bersifat karsinogenik, bahan-bahan racun maupun alergi.
  • Pengendalian sumber-sumber pencemaran.

3. Penegakkan diagnosa secara dini dan pengobatan yang cepat dan tepat (early diagnosis and prompt treatment)
  • Mencari kasus sedini mungkin.
  • Mencari penderita dalam masyarakat dengan jalan pemeriksaan . Misalnya pemeriksaan darah, rontgent paru.
  • Mencari semua orang yang telah berhubungan dengan penderita penyakit menular (contact person) untuk diawasi agar bila penyakitnya timbul dapat segera diberikan pengobatan.
  • Meningkatkan keteraturan pengobatan terhadap penderita.
  • Pemberian pengobatan yang tepat pada setiap permulaan kasus.

4. Pembatasan kecacatan (dissability limitation)
  • Pengobatan dan perawatan yang sempurna agar penderita sembuh dan tak terjadi komplikasi.
  • Pencegahan terhadap komplikasi dan kecacatan.
  • Perbaikan fasilitas kesehatan sebagai penunjang untuk dimungkinkan pengobatan dan perawatan yang lebih intensif.

5. Pemulihan kesehatan (rehabilitation)
  • Mengembangkan lembaga-lembaga rehabilitasi dengan mengikutsertakan masyarakat.
  • Menyadarkan masyarakat untuk menerima mereka kembali dengan memberikan dukungan moral setidaknya bagi yang bersangkutan untuk bertahan.
  • Mengusahakan perkampungan rehabilitasi sosial sehingga setiap penderita yang telah cacat mampu mempertahankan diri.
  • Penyuluhan dan usaha-usaha kelanjutan yang harus tetap dilakukan seseorang setelah ia sembuh dari suatu penyakit.

Beaglehole (WHO, 1993) membagi upaya pencegahan menjadi 3 bagian : primordial prevention (pencegahan awal) yaitu pada pre patogenesis, primary prevention (pencegahan pertama) yaitu health promotion dan general and specific protection , secondary prevention (pencegahan tingkat kedua) yaitu early diagnosis and prompt treatment dan tertiary prevention (pencegahan tingkat ketiga) yaitu dissability limitation.

Ukuran frekuensi penyakit menunjukkan kepada besarnya masalah kesehatan yang terdapat pada kelompok manusia/masyarakat. Artinya bila dikaitkan dengan masalah penyakit menunjukkan banyaknya kelompok masyarakat yang terserang penyakit. Untuk mengetahui frekuensi masalah kesehatan yang terjadi pada sekelompok orang/masyarakat dilakukan langkah-langkah :
  1. Menemukan masalah kesehatan, melalui cara : penderita yang datang ke puskesmas, laporan dari masyarakat yang datang ke puskesmas.
  2. Research/survei kesehatan. Misal : Survei Kesehatan Rumah Tangga
  3. Studi kasus. Misal : kasus penyakit pasca bencana tsunami.

IPENELITIAN DAN VARIABEL EPIDEMIOLOGI

Secara sederhana, studi epidemiologi dapat dibagi menjadi dua kelompok sebagai berikut :
1. Epidemiologi deskriptif, yaitu Cross Sectional Study/studi potong lintang/studi prevalensi atau survei.
2. Epidemiologi analitik : terdiri dari :
  • Non eksperimental :

  1. Studi kohort / follow up / incidence / longitudinal / prospektif studi. Kohort diartiakan sebagai sekelompok orang. Tujuan studi mencari akibat (penyakitnya).
  2. Studi kasus kontrol/case control study/studi retrospektif. Tujuannya mencari faktor penyebab penyakit.
  3. Studi ekologik. Studi ini memakai sumber ekologi sebagai bahan untuk penyelidikan secara empiris faktor resiko atau karakteristik yang berada dalam keadaan konstan di masyarakat. Misalnya, polusi udara akibat sisa pembakaran BBM yang terjadi di kota-kota besar.

  • Eksperimental. Dimana penelitian dapat melakukan manipulasi/mengontrol faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil penelitian dan dinyatakan sebagai tes yang paling baik untuk menentukan cause and effect relationship serta tes yang berhubungan dengan etiologi, kontrol, terhadap penyakit maupun untuk menjawab pertanyaan masalah ilmiah lainnya. Studi eksperimen dibagi menjadi 2 (dua) yaitu:

1) Clinical Trial. Contoh :

a) Pemberian obat hipertensi pada orang dengan tekanan darah tinggi untuk mencegah terjadinya stroke.
b) Pemberian Tetanus Toxoid pada ibu hamil untuk menurunkan frekuensi Tetanus Neonatorum.
2) Community Trial. Contoh : 
Studi Pemberian zat flourida pada air minum.
VARIABEL EPIDEMIOLOGI
1. Variabel Orang
  • Umur
  • Jenis Kelamin
  • Jenis Peketjaan
  • Pengahasilan
  • Golongan etik
  • Status Perkawinan

2. Variabel Tempat
3. Variabel Waktu
  • Jangka Pendek
  • Perubahan secara Status
  • Perubahan-perubahan angka kesakitan


KESIMPULAN

Pengertian epidemiologi secara umum adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari tentang distribusi, frekuensi, dan determinan suatu penyakit yang terjadi pada suatu kelompok pada suatu populasi.
Ada 3 komponen penting yang ada dalam epidemiologi:
  • Frekuensi masalah kesehatan
  • Penyebaran masalah kesehatan
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah kesehatan


Epidemiologi dibagi 2 yaitu: Epidemiologi Deskriptif dan Epidemiologi Analitik. Tujuan Epidemiologi adalah:
1. Menguraikan distribusi dan besarnya masalah suatu penyakit dalam masyarakat (Epidemiologi Deskriptif).
2. Memberikan data untuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pencegahan pemberantasan dan pengobatan penyakit, serta menentukan prioritas antara program-program tersebut.
3. Mencari factor penyebab dan asal mula penyakit. (Epidemiologi analitika)
Epidemiologi sangat berpengaruh pada ilmu keperawatan. Dalam ilmu keperawatan dikenal istilah community health nursing (CHN) atau keperawatan kesehatan masyarakat, dimana ilmu pengetahuan epidemiologi digunakan CHN sebagai alat meneliti dan mengobservasi pada pekerjaan dan sebagai dasar untuk intervensi dan evaluasi literatur riset epidemiologi.